Arti Lirik Dream Theater - Another Hand/The Killing Hand(Live)

An Angel’s kiss now fallen
Ciuman Angel sekarang jatuh
Descending scarlet cuts the sky
Menurun merah membelah langit
Faded names left on the wall
Nama pudar tertinggal di dinding
Honor the fighting leave life to
Hormatilah cuti tempur hidup
die
mati


Remembered is the sacrifice but
Ingat adalah pengorbanan tapi
No praisal of blood still flowing
Tidak ada praisal darah yang masih mengalir
Who were the leaders?
Siapa pemimpinnya?
what controlled the Killing Hand
apa yang mengendalikan tangan pembantai
that caused this mouthing?
yang menyebabkan ucapan ini?


Crossing over…
Menyebrang…


Lowered deep into the sea
Menurun jauh ke laut
Being a waits to cleanse his soul
Menjadi menunggu untuk membersihkan jiwanya
senses weakening time is still
Perasaan melemahnya waktu masih
Motionless by stiffening cold
Tanpa gerak dengan dingin yang kaku


The wheels race back and
Roda balapan kembali dan
Scorch his mind
Tergesa-gesa memikirkannya
Travelling all to find the land
Bepergian semua untuk mencari tanah
Revelation warms a touch
Wahyu menghangatkan sentuhan
And now he will begin to
Dan sekarang dia akan mulai
Understand
Memahami


Extended a view to yesterday
Diperpanjang melihat kemarin
Manifestation for none the same
Manifestasi untuk tidak sama
Walking amidst a frightening still
Berjalan di tengah masih menakutkan
No sound, no smoke, no scorching
Tidak ada suara, tidak ada asap, tidak terik
Flames
Api


He is risen…
Ia telah bangkit…


Sipping his poison the raven sings
Sambil menghirup racunnya, si gagak bernyanyi
Yet another to add more bodies
Yang lain menambahkan tubuh lagi
fallen
jatuh
King from below
Raja dari bawah
this one controls
yang satu ini mengendalikan
the Killing Hand that caused this
Killing Hand yang menyebabkan ini
mourning
duka


Is it all over?
Apakah semuanya berakhir?


Evil genius this secret plan
Jenius jahat rencana rahasia ini
Mercy dealt with the losing hand
Rahmat ditangani dengan tangan yang kalah
Will he ever fall?
Apakah dia akan jatuh?
Can he end it all?
Bisakah dia mengakhiri semuanya?
Our savior must make his stand
Juruselamat kita harus berdiri


Only a Propher of years to come
Hanya sebelas tahun yang akan datang
Wanting mortality I’m all alone
Menginginkan kematian saya sendirian
He heard my voice
Dia mendengar suaraku
It was my choice
Itu adalah pilihan saya
I’ve stopped the Killing Hand
Aku telah menghentikan Killing Hand


When I go back again
Saat aku kembali lagi
Will it be the same?
Apakah akan sama?
I’ve stopped the cries
Aku sudah berhenti menangis
But now they know my name
Tapi sekarang mereka tahu namaku


The sea is calling me
Laut memanggil saya
my spirit must return
semangat saya harus kembali
As I get closer,
Saat aku mendekat,
was it really worth
apakah itu benar-benar berharga
what I have learned?
apa yang telah saya pelajari


I’m in the valley
Aku di lembah
And the saddened chimes I hear
Dan lonceng sedih yang kudengar
Race towards the wall to find
Berlomba ke dinding untuk mencari
one more name appears
satu nama lagi muncul


No one is left now
Tidak ada yang tersisa sekarang
my one and only land
satu-satunya tanahku
I laugh at what I’ve done
Aku menertawakan apa yang telah kulakukan
I am the Killing Hand
Akulah Tangan yang Membunuh